Meneladani Nabi Zakaria dan Nabi Musa AS

Kajian hari Ahad, 22 Robiul Akhir 1440 H / 30 Desember 2018

Oleh Ustadz KH DR. Khusnul Hakim  SQ, MA

Sebagai Mukaddimah, mari kita lihat bagaimana Rahman dan Rahiim Allah bagi Manusia.

Kesulitan wanita yang sedang hamil itu disebabkan karena ada janin dalam perutnya. Seorang wanita yang sedang hamil mengalami mual, sakit, sulit berjalan dan beraktifitas. Secara logika, mustinya seorang ibu hamil tersebut akan marah kepada janin, karena hidupnya dan aktifitasnya menjadi susah. Namun ketika bayi lahir justru dipeluk dan disayang.
Kenapa seorang ibu begitu menyayangi anaknya?

Sebabnya adalah karena Allah menanamkan sifat Rahmat dalam hati ibu tersebut.

Asal kata Rahmat dalam bahasa arab adalah belas kasih dan budi baik.

Allah SWT berfirman

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Al Baqoroh 2:218.

Hadits Nabi SAW tentang rahmat Allah SWT

إن لله مائة رحمة أنزل منها رحمة واحدة بين الجن والإنس والبهائم والهوام، فيها يتعاطفون، وبها يتراحمون، وبها تعطف الوحش على ولدها، وأخر الله تسعا وتسعين رحمة يرحم بها عباده يوم القيامة

Sesungguhnya Allah memiliki 100 rahmat. Salah satu di antaranya diturunkannya kepada kaum jin, manusia, hewan, dan tetumbuhan. Dengan rahmat itulah mereka saling berbelas kasih dan menyayangi. Dengannya pula binatang liar mengasihi anaknya. Dan Allah mengakhirkan 99 rahmat untuk Dia curahkan kepada hamba-hamba-Nya pada hari kiamat.”

(Muttafaq ‘alaih; dalam Shahih Bukhari no. 6104 dan Shahih Muslim no. 2725; lafal hadits ini dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)

Dalam hadits Bukhari-Muslim, Rasulullah bersabda, “Tidak seorang pun masuk surga karena amalnya. Sahabat bertanya, “Sekali pun engkau wahai Rasulullah?” Beliau menjawab “Saya pun tidak, kecuali berkat rahmat Allah kepadaku.”

Sedangkan ArRahiim yaitu rahmat yg khusus diberikan di akhirat kpd kaum mukmin itulah yang kita kejar, rahmat allah di akhirat.

Nabi Zakaria AS

Allah memberikan Rahmat khusus kepada Nabi Zakaria AS.

Dalam surat Maryam

ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهٗ زَكَرِيَّا ۚ

Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria,

اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ نِدَاۤءً خَفِيًّا (yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا  (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku.

Manusia umumnya berdoa dengan emosi, namun sesungguhnya doa yang terbaik bukanlah tentang apa yang diminta, tapi justru sifat menghamba kita kepada Allah. Menyandarkan seluruh masalah hanya kepada Allah seperti nabi Zakaria dalam ayat tersebut berkata: aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku.

Allah berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Rabbmu berfirman:“Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku (berdo’a kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina [Al-Mu’min/Ghafir/40: 60].

Ayat tersebut menyatakan bahwa Jangan khawatir anda punya tuhan. Mintalah kepada Allah dan bersikaplah sebagai hambanya.

Nabi Musa AS

Nabi Musa AS kisahnya banyak dicantumkan dalam Al_Qur’an. Sejak Nabi Musa bayi sampai masa pasca Fir’aun.

Allah berfirman dalam Al Qur’an surat As-Sua’ra

Ayat 61

فَلَمَّا تَرَٰٓءَا ٱلْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَٰبُ مُوسَىٰٓ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ

Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: “Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul”. (Asy-Syu’ara’ 26:61)

«فلما تراءى الجمعان» رأى كل منهما الآخر «قال أصحاب موسى إنا لمدركون» يدركنا جمع فرعون ولا طاقة لنا به.

(Maka setelah kedua golongan itu saling melihat) masing-masing pihak telah melihat pihak yang lainnya (berkatalah pengikut-pengikut Musa, “Sesungguhnya kita benar-benar akan terkejar”) oleh pasukan Firaun, kita tidak akan mampu menghadapi mereka, karena kita tidak mempunyai kekuatan. (Tafsir Al-Jalalain, Asy-Syu’ara’ 26:61)

Ayat 62

قَالَ كَلَّآ ۖ إِنَّ مَعِىَ رَبِّى سَيَهْدِينِ

Musa menjawab: “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku”. (Asy-Syu’ara’ 26:62)

Firaun bilang: semua pengikut Nabi Musa harus dibunuh. Pengikut Nabi Musa sudah ragu bisa selamat dari kejaran Fir’aun, karena  ternyata jalan yang ditempuh mereka berakhir di laut.
Namun ucapan Nabi Musa dalam kondisi sulit tersebut,  “Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku

Dapat disimpulkan bahwa yang terpenting adalah bagaimana menjadi hamba Allah yg spesial, kita tiru mentalitas dan yakinnya  Nabi Zakariya dan Nabi Musa AS. Terkadang perkataan kita sendiri (karena keragu-raguan kita pada Allah) yang menganulir doa kita.

Dalam Al-Qur’an Surat Al An’am 82

الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Iman yang tidak bercampur dengan syirik cirinya 2 yaitu:

Imannya tidak bisa memberi rasa aman dari takut dan jika imannya tidak mencegahnya dari maksiat.

Wallahu’alam bi showab